22/05/2024

Asesmen Awal Pembelajaran Bimbingan Konseling Mengenal Gaya belajar Siswa

Bapak/ibu guru hebat, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kata asesmen, bukan? Karena asesmen ini cukup sering digunakan baik dalam kurikulum merdeka maupun kurikulum terdahulu.

Nah, apa itu asesmen? Apa tujuan dilakukannya asesmen? Jenis-jenis asesmen? Bagaimana langkah-langkah untuk melakukan asesmen? Bagaimana peran bimbingan konseling dalam asesmen? Berikut ulasan lengkapnya.

Kata asesmen berasal dari serapan bahasa Inggris, yaitu assessment yang artinya penilaian. Dalam dunia Pendidikan, asesmen adalah serangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan data, analisis data, hingga interpetasi data yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kinerja siswa selama proses pembelajaran.

Asesmen kurikulum merdeka adalah konsep asesmen yang berbeda dengan konsep asesmen tradisional yang hanya berfokus pada penilaian akhir atau ujian akhir. Konsep asesmen kurikulum merdeka dirancang untuk memberikan hasil yang lebih holistik dan mengevaluasi siswa secara menyeluruh. Sebagai umpan balik untuk guru, murid, dan orangtua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

Asesmen tidak hanya dilakukan di akhir pembelajaran saja, tetapi juga selama proses pembelajaran berlangsung. Biasanya asesmen terhadap siswa ini dilakukan oleh masing-masing guru pengampu mata pelajaran.

Pemetaan kebutuhan siswa memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka. Pemetaan kebutuhan terdiri dari 3 aspek yaitu kesiapan siswa, minat siswa dan profil belajar siswa. Siswa dapat dilaksanakan dengan melaksanakan asesmen awal pembelajaran atau asesmen diagnostik.

Tujuan asesemen adalah :

  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran, mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat, dan mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
  2. Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, dengan memberikan siswa kesempatan untuk berpikir secara mandiri dan memecahkan masalah, asesmen kurikulum merdeka membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam berpikir kritis dan kreatif.
  3. Meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan menilai kemampuan siswa secara menyuluruh, guru dapat mengidentifikasi area dimana siswa perlu lebih banyak bantuan dan memberikan bantuan yang tepat. Selain itu, asesmen kurikulum merdeka juga membantu guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan memotivasi siswa untuk terus belajar dan tumbuh. Meskipun tantangan tetap ada, penggunaan asesmen kurikulum merdeka dapat membantu siswa mencapai potensi mereka yang sebenarnya.

Jenis-jenis Asesman Diagnostik

  1. Asesmen Diagnostik Kognitif

Asesmen yang dapat dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi capaian kompetensi siswa, menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa, memberikan kelas remedial atau pembelajaran tambahan kepada siswa yang kompetesensinya di bawah rata-rata.

2. Asesmen Diagnostik Non-Kognitif

Asesmen ini dilakukan untuk menggali beberapa kondisi pada murid seperti :

    1. Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi murid
    2. Aktivitas murid selama belajar di rumah
    3. Gaya belajar, karakter, serta minat murid

Langkah-langkah untuk melakukan Asesmen

  1. Merancang Instrumen Asesmen (Persiapan)
  2. Lakukan Asesmen yang menyenangkan ( Pelaksanaan)
  3. Diagnosis dan tindak lanjut

Guru bimbingan konseling mempunyai peran dalam pelaksanaan asesmen awal pembelajaran non kognitif. SMPN 4 Satu Atap Kedungreja selalu berupaya untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum merdeka, dalam penerapan pembelajaran berdiferensisi. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan pada awal pembelajaran adalah pelaksanaan asesmen diagnostik non kognitif gaya belajar. Kesesuaian gaya belajar dengan proses pembelajaran yang berlangsung diharapkan dapat menciptakan iklim belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Selain itu, asesmen kurikulum merdeka juga membantu guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan memotivasi siswa untuk terus belajar dan tumbuh. Meskipun tantangan tetap ada, penggunaan asesmen kurikulum merdeka dapat membantu siswa mencapai potensi mereka yang sebenarnya.

Setelah anda membaca materi terkait “ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN”, mohon bantuannya untuk mengisi umpan balik melalui LINK BERIKUT INI