13/06/2024
Budaya Positif

Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses berbagai informasi. Hal tersebut tentunya menjadi dampak positif bagi globalisasi. namun disisi lain, perkembangan IPTEK juga membawa dampak negatif yang yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perilaku-perilaku yang tidak baik dan mengarah pada degradasi moral.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Atiqah Revalina,dkk (2023), degradasi moral dalam penerapan nilai-nilai Pancasila yang paling signifikan yaitu: 1) penurunan nilai agama yang ditunjukkan dengan anak tidak memiliki kemauan untuk berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran kecuali guru yang mengingatkan terlebih dahulu, dan anak tidak mau langsung berkumpul ketika dipanggil guru untuk melaksanakan kegiatan keagamaan/ibadah; 2) penurunan nilai kemanusiaan yang ditunjukkan beberapa siswa tidak menunjukkan sikap sopan dan santun, tidak menghormati guru selaku orang tua di lingkungan sekolah, dan siswa masih saja berbicara kotor dan kasar dalam bergaul.

Budaya positif di Sekolah adalah kunci menciptakan lingkungan belajar yang isnpiratif dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Dengan budaya positif, siswa akan merasa aman, dihargai dan didorong untuk mencapai potensi terbaik mereka.

Tujuan
1. Menumbuhkan nilai-nilai kebajikan melalui keyakinan kelas
2. Menumbuhkan motivasi internal melalui penerapan disiplin positif

Indikator
1. Terbentuknya keyakinan Kelas
2. Tumbuhnya nilai-nilai kebajikan pada murid

Linimasi Tindakan
1. Meminta izin kepada Kepala Sekolah untuk melakukan sosialisasi budaya positif dan keyakinan kelas
2. Guru berkolaborasi dengan murid dalam membuat kenyakinan kelas
3. Pembiasaan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila
4. Menerapkan kenyakinan dan segitiga restitusi secara berkelanjutan dan konsisten

Dukungan yang dibutuhkan
1. Kerja sama dengan orang tua, guru dan seluruh warga sekolah
2. Sarana dan prasarana yang mendukung untuk menumbuhkan budaya positif di sekolah
3. Komitmen Bersama

Deskripsi Aksi Nyata
Agar dapat terlaksananya aksi nyata ini, yang pertama kali saya lakukan adalah menyampaikan rencana diseminasi budaya positif kepada kepala sekolah. Setelah itu saya melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru untuk menentukan Waktu pelaksanaan kegiatan. Kegiatan Diseminasi Budaya Positif saya lakukan pada hari kamis, 6 Juni 2024. Dengan adanya aksi nyata ini, harapannya saya dan rekan guru lainnya dapat mengimplementasika budaya positif di SMP Negeri 4 Satu Atap Kedungreja.

Hasil Aksi Nyata
Kegiatan aksi nyata yang dilakukan dalam Diseminasi Budaya Positif menghasilkan pemahaman dari pendidik dan tenaga kependidikan mengenai budaya positif di sekolah khususnya keyakinan kelas dan penerapan segitiga restitusi. Dengan pemahaman tersebut, harapannya akan tercipta Pendidikan yang berpihak pada murid.

Pembelajaran yang didapat dari kegiatan Aksi Nyata
Hal yang kami dapatkan dari kegiatan diseminasi budaya positif yaitu memperoleh informasi terkait upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif sehingga dapat terwujud budaya positif di sekolah.

Rencana Perbaikan
Rencana saya ke depan akan terus berkolaborasi dengan banyak pihak dalam rangka mewujudkan budaya positif di sekolah dan saya akan berinovasi dalam pembelajaran agar tercipta pembelajaran yang berpihak pada murid.

 

Dokumentasi Budaya Positif

Membentuk Keyakinan Kelas

  • Keyakinan Kelas

Menghormati Guru

  • Menghormati Guru

Kegiatan Keagamaan

  • Pesantren Ramadhan

Jumat Bersih

  • Nilai Kebajikan

Penerapan Segitiga Restitusi