23/07/2024

APA ITU METAVERSE DAN BAGAIMANA CARA KERJANYA?

professional-scientist-wearing-virtual-reality-glasses-using-medical-inovation-lab-team-researchers-working-with-equipment-device-future-medicine-healthcare-professional-vision-simulator

(Kaliwungu-Kedungreja)- Hai sahabat sataraja, kalian tahu gak kalau tidak lama lagi mungkin dunia internet yang sering kita gunakan akan tergantikan oleh internet baru. Belum lama ini CEO Facebook Mark Zuckerberg melakukan rebranding untuk memberi sinyal dan merangkul ide futuristik, dengan istilah “metaverse”. Nah bagi kalian yang kepo sama istilah Metaverse, yuk simak penjelasan berikut:

Apa itu Metaverse?

Metaverse adalah layanan internet yang diberikan dalam bentuk 3D. Zuckerberg menggambarkannya sebagai “Lingkungan Virtual” sehingga nanti para penggunanya benar-benar merasakan seperti pengalaman yang nyata. Metaverse adalah dunia komunitas virtual tanpa akhir yang saling terhubung, di mana orang dapat bertemu, bekerja, dan bermain, menggunakan headset realitas virtual, kacamata augmented reality, aplikasi smartphone, atau perangkat lain.  Teknologi ini juga akan menggabungkan aspek lain dari kehidupan online seperti belanja dan media sosial.

Apa Yang Bisa Dilakukan Dengan Metaverse?

Pengguna Metaverse dapat melakukan banyak hal seperti mengunjungi konser virtual, perjalanan online, melihat atau membuat karya seni dan masih banyak lagi. Pengalaman  dibuat dengan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) yang dapat merangsang persepsi dan indra penggunanya sehingga mereka akan merasakan sensai yang benar-benar nyata.

Apakah Metaverse Dapat Digunakan Dalam Dunia Pendidikan?

Pertanyaan yang sama mungkin pernah muncul beberapa tahun lalu di dalam dunia pendidikan terutama di Indonesia. Pada saat itu mungkin orang tak pernah membayangakan seperti apa pembelajaran jika dilakukan secara online. Namun semenjak pandemi Covid-19 yang terjadi sekitar bulan Maret 2019 lalu, semua civitas akademik mulai dari dosen, guru, mahasiswa, bahkan peserta didik tingkat dasar dipaksa secepatnya beradaptasi dengan pembelajaran online (daring). Oleh karena itu sudah menjadi tugas kita bersama untuk  menyiapkan generasi yang kompeten dalam mengarungi semesta baru dengan harapan generasi kita tidak hanya menjadi penonton dan penikmat saja dalam pergeseran yang besar ini, namun mampu menjadi pelaku utamanya.